Dua Wanita Perawan Hot

sebelumnya aku perkenalkan diri terlebih dahulu namaku Rony,tinggi badanku sekitar 180 cm dengan paras wajahku seperti asian boys.kulitku juga sedikit kuning langsat dan memiliki hidung yang mancung membuat para kaum wanita banyak tertarik dengan kelebihan yang aku miliki ini.

cerita ini saat aku sedang duduk dibangku kelas 3 SMA,saat itu aku memiliki 2 teman wanita yang sangat dekat dengan diriku.yang satu namanya adalah wina dan yang satu lagi adalah lita,keduanya pun memiliki tubuh yang langsing dengan ukuran payudara yang hampir mirip yaitu 34 cup B. dengan pantat yang menjungkang naik bak motor seperti mengunakan monoshock.diantara mereka berdua wina dan lita,tubuh litalah terlihat lebih hot karena lita sering memakai baju yang sedikit lebih seksi.

saat itu kami sedang ada tugas dari kelompok dirumah lita dan kami sudah membuat janji bahwa akan bertemu disana, jam menunjukan pukul 18.00, aku langsung mengeluarkan motor dari rumah dan langsung menuju ke rumah lita,setelah sampai setengah jalan tiba-tiba hujan turun begitu lebat hingga membuat baju dan celanaku menjadi basah kuyup.

aku tidak perduli dan tetap melanjutkan perjalanan sampai aku tiba dirumah lita,sebelum aku tiba di depan pagar ternyata lita sudah mendengarkan suara dengungan knalpotku yang besar,ia langsung menghampiri pagar dan membuka pintu pagar rumah agar aku bisa masuk kedalam halaman rumahnya.secara otomatis baju lita pun ikut terguyur derasnya hujan pada saat itu,dan tak ku sangka terlihat olehku sebuah pemandangan yang indah didepan mataku ternyata yaitu sebuah BH yang dipakai olehnya dengan ukuran cukup besar 36 dengan cup B dan dia waktu itu memakai BH berwarna hitam, jadi terlihat jelas olehku.

Setelah itu aku pun masuk ke rumahnya, dan permisi ke Lita untuk ke toilet untuk membersihkan badanku akibat hujan tadi. Ketika aku mandi terdengar Lita mengetuk pintu dan memanggilku untuk memberikan handuk, aku pun membuka pintu dan mengambil handuk tersebut.

Setelah selesai mandi aku keluar dengan hanya memakai handuk saja. Aku mencari Lita untuk meminjam pakaian kakaknya yang kebetulan sedang di luar kota. Aku melihat-lihat rumahnya, dan kurasakan tidak ada satu orang pun di rumahnya.

Cuek saja, aku pikir. Dan aku pun dikagetkan oleh suara seseorang yang memanggilku, ketika kulihat, dia adalah Wina, yang entah kapan datangnya. Kemudian dia memberikan baju kepadaku, aku sempat kaget dibuatnya, karena aku tidak tahu dia kapan datangnya.

Aku pun kembali ke kamar mandi untuk memakai baju ini. Dan ketika aku sedang ganti baju, tiba-tiba Lita masuk, dan terkejut sekali karena menduga aku sudah tidak ada di dalam (maklum pintu kamar mandi lupa saya kunci).

Lita berkata dengan wajah panik, “Sorry yah,” dan dia langsung beranjak keluar dan aku pun melanjutkan memakai pakaian itu. Setelah selesai, aku pun beranjak dari situ. Aku keluar ke arah ruang tamu dan melihat mereka sedang bersiap-siap untuk memulai belajar bersama.

Aku sempat melihat wajah Lita yang sedikit canggung. Setelah itu aku duduk dan mengeluarkan buku yang telah kubawa. Setelah beberapalama belajar, entah apa yang merasuki otakku ini sehingga membuat si “Joni” berdiri.
Pada saat itu Lita minta maaf padaku atas kejadian tadi, dan dengan berbisik dia agar tidak memberitahu pada siapapun juga, aku pun mengiyakannya. Ketika itu Wina mengajak untuk menonton VCD yang baru dipinjamnya untuk melepas suntuk dalam belajar, dan kami pun menuju kamar Lita.

Kami bertiga pun mulai menonton film tersebut. Setelah beberapa lama kami menonton, terlihatlah suatu adegan yang “hot”, kami betiga hanya diam saja, sambil berpandang-pandangan. Aku melihat Wina yang sudah mulai kegelisahan, mungkin karena melihat adegan tersebut, dan terlihat Lita yang dari tadi diam saja, tetapi dia seperti mulai terangsang oleh adegan tersebut.
Aku pun melirik ke arah Lita, dan tanpa dia sadari dia mengusap-ngusap ke arah kemaluannya, dan sedikit-sedikit berdesah kecil, “Sshh.. ahh..” hal ini membuat si “Joni” beranjak dari tempatnya. Timbul hatiku untuk mengerjai mereka berdua.

Aku menggeserkan posisi dudukku ini untuk mendekatkan ke mereka berdua. Aku pun memberanikan diri untuk mengelus-elus pahanya yang montok dan putih mulus itu. Dia pun hanya diam saja, seakan akan menikmati elusan itu.
Wina melihat dan ikut terangsang juga, ketika itu Wina nekad untuk mendekat padaku, dan tiba-tiba dia mengecup bibirku dengan hangat, dan aku pun membalas dengan manis ciumannya. Ciumannya yang sangat lembut itu membuatku semakin membabi buta. “Ngesex Memek Perawan”
Aku pun meremas dada Wina yang masih terbungkus oleh BH, dan Wina pun sangat menikmatinya. Tiba-tiba aku mendengar desahan dari Lita, “Ssshh.. ahh.. puaskan aku malam ini,.. pleassee, aku udah nggak tahannich.” Aku menyuruh mereka membuka pakaiannya satu persatu.
Mereka pun dengan cepat membuka pakaiannya. Lalu Wina melucuti pakaianku, dan ketika membuka celanaku mereka terbelalak, karena melihat punyaku itu yang besar 20cm. Dengan cepat Lita melahap penisku yang sudah tegang dari tadi.
Saat Lita melahap penisku itu, aku terus menjilati puting susu Wina yang sudah mulai mengeras, dan Wina menggelinjang keenakan. Saat itu aku menyuruh Wina untuk terlentang di ranjang, kini aku mulai menjilati kemaluannya yang sudah mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya.

Aku terus menjilatinya dengan buas, dengan sedikit-sedikit aku mengocok-ngocok dengan jariku, dan dia pun menikmatinya. Dia menyuruhku untuk memasukkannya ke vaginanya, “Ayo, masukin dong itunya, aku udah nggak sabaran nunggunya,”aku berkata,
“Iya sayang, sabar yah..” tiba-tiba Lita melepaskan kemaluanku itu dari dalam mulutnya dan membimbing batanganku itu masuk ke dalam liang milik Wina yang sudah basah sejak tadi. “Ngesex Memek Perawan”
“Bless.. bless.. bless” batanganku pun masuk setengahnya, dan aku menggoyangkan maju-mundur secara perlahan-lahan dengan bantuan Lita yang terus memelukku dan menciumku itu.

Tiba-tiba Wina menjerit kesakitan karena batang kemaluanku itu terlalu besar untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya. Aku terus berusaha, dan akhirnya batangku itu pun berhasil amblas semuanya di dalam, dan terasa olehku cairan hangat yang keluar dari kemaluan Wina.
“Ahh.. ahh.. ah.. Wina..” Setalah 20 menit aku melakukannya bersama Wina, sekarang giliran Lita yang sudah tak tahandengan horny-nya itu.

Aku pun mulai memasukkan ke liang Lita yang sangat menggodaitu,
“Bless.. bless..” amblaslah sudah batanganku itu di dalamnya.
“Ah ah ah..” desahnya. Aku merasakan dia sudah akan orgasme, tapi memang benar dia mendesah,
“Ronn.. aa.. kuu maa.. uu.. keeluarr..”
Lalu aku berkata, “Tahan yah say.. bentar lagi, aku pun maukeluar nich..” Dan setelah beberapa lama dia pun orgasme, dan mengeluarkan cairan hangat yang terasa olehku.
Segera setalah itu aku pun mempercepat goyanganku itu dan.. “Creett.. croott.. creett..” aku memuntahkan seluruh maniku itu di mulut Lita dan Wina.
Mereka berdua sangat menikmatinya. Kami bertiga pun terkulai lemas di tempat tidur. Lita dan Wina bekata kepadaku,
“Thanks yah sayang, aku belum pernah merasakan seperti ini. emang kamu sangat hebat untuk melakukan hal ini,”
aku pun bekata, “Iya sayang,” sambil aku mengecup bibir mereka berdua. Karena hari sudah larut malam aku pun bergegas untuk pulang dan pamit kepada mereka. Setelah kejadian itu kami sering melakukannya, baik di rumah maupun di hotel.