Helen Gadis Sosial Media Cantik

perkenalkan namaku andry saat itu aku berumur 25 tahun,aku memiliki tubuh yang proposional dan wajah putih dengan sedikit jengot,dengan kelebihan yang aku miliki tersebut membuat aku mudah untuk mendapatkan wanita.

awal kisah sexku terjadi saaat aku berkenalan dengan seseorang dari sebuah media sosial group dewasa yang perempuan tersebut bernama Helen.

singkat cerita dari perkenalan aku dengan dirinya,pada akhirnya kami saling bertukaran nomor handphone dan pin bbm. sehabis dari perkenalan tersebut kami pun sering berkomunikasi satu sama lainnya,hingga akhirnya kami merasa nyaman satu sama lain.

helen bekerja disalah satu perusahaan swasta dijakarta sementara aku bekerja diperusahaan asing di bandung,dengan seringya kami berhubungan melalui handphone dan bbm tanpa pernah bertatap muka, pada suatu hari tepat disaat libur nasional tiba helen mengabariku bahwa dia akan akan datang berlibur ke bandung dengan mengendarai mobil dari jakarta ke bandung.

aku dan dirinya pun membuat janji disuatu caffee yang terletak di dago,bandung dan kami pun akan bertemu pukul 14.00 wib,sementara itu waktu telah menunjukan pukul 13.30 wib saat itu. karena aku takut helen lama menungguku, aku pun bergegas mengeluarkan kendaraaanku langsung menuju ke tempat tujuan.

sampai dicaffe yang kita janjikan aku pun langsung mengambil handphoneku dari saku celana dan
menelepon helen untuk memastikan bahwa dirinya datang pada saat itu.setelah beberapa saat ku telepon ternyata helen menjawab teleponku.
“hello,ini helen?”tanyaku kepadanya
“iya andri…ini aku helen” jawab dirinya dengan suara merdu
” sudah sampai mana helen?” tanyaku kembali sambil melihat sekitar caffee
“aku sudah sampai dicaffee yang kita janjikan kemarin,aku berada ada di balkon belakang sambil melihat pemandangan” jawab dirinya
“ok….aku juga sudah sampai,sekarang aku akan ketempatmu” sebari menelepon helen terus dan langkah kakiku berjalan ke arah balkon caffee yang ada dibelakang.

sesampainya dibelakang ternyata dia memanggilku sambil berdiri dan ketika aku lihat wajahnya aku sempat terbengong,ternyata wajah aslinya lebih cantik dari pada fotonya bagai sebuah bidadari yang turun dari khayangan dengan lekukan tubuh yang membuat aku sejenak menelan ludah.

“ andri, andri ini aku helen, ” ucapnya berteriak sembari melihat ke bengonganku.

“ Eh iya aku andri, ini benar kamu len yang sering chatingan sama aku ???, ” tanyaku memastikan bahwa dia benar-benar Helen.

Ternyata benar-benar cantik, bahkan Helen ini lebih canrik dari fotonya, dia tinggi bodynya sexy dan kulitnya putih sekali guest, Lalu,

“ Iya Andri ini aku Helen, kenapa sih kog kaget gitu deh kayakny, aku jelek yah ?, ” ucapnya.

“ Nggak kog, aku tuh kaget karena kamu ternyata lebih cantik dari foto yang sering kamu kirim ke aku Helen, beruntung banget deh bisa kenal dan ketemu sama kamu deh len,hhe… ” ucapku sedikit menggombal.

“ Kamu bisa aja deh Dri, pinter banget kamu yah ngegombalnya, ternyata sama aja kayak di chatingan sifat kamu, hhe…, ” ucapnya menagapiku.

“ Kamu juga handsome kog Dri, kamu juga lebih ganteng dari foto kamu, dan badan kamu proposional banget yah, cool deh pokoknya, ” sambungnya memuji aku.

“ Iya dong aku ganteng, kalau aku nggak ganteng mana mungkin kamu jauh-jauh dari Jakarta nyamperin aku ke Bandung.

singkat cerita setelah mengobrol sebentar dicaffee tersebut dan kulihat wajahnya kelihatan kelelah,setelah beberapa jam melakukan perjalanan dari jakarta ke bandung,aku pun langusng mengajak ia untuk pergi kehotel yang telah aku bookingkan untuk dirinya untuk beristirahat.

Kemudian kami-pun segera menuju kemobil dan meninggalkan caffee tersebut. Kira sekitar
satu jam tibalah kami di Hotel bintang 3 yang sudah aku bookingkan. Sesampainya Di Hotel itu dia-pun memintaku untuk meninggalkanya karena dia ingin beristirahat karena merasa lelah. Setelah beberapa waktu, sekitar jam 17.00 dia menelfonku.

Di telefon itu dia berkata bahwa pada pukul jam 18.30 Helen ingin aku menjemputnya untuk makan malam di luar hotel denganku. Saat tanpa banyak berfikir aku-pun menyetujui permintaan-nya. Hampir setengah jam saat itu kamimengobrol ditelefon, karena selesai telefon sudah waktu sudah menunjukan 17.30 maka aku-pun segera mandi.

Setelah mandi jam menunjukan pukul 17.45, melihat waktu yang sudah mepet ituaku segra memakai pakaian dan segera menancap gas mobilku menuju Hotel dimana helen menginap. Dalam perjalanan aku-pun memacu mobilku dengan cepatnya. Setelah beberapa waktu perjalanan pada akhirnya sampailah aku dihotel dan segera aku parkirkan mobilku. Sesampainya disana aku melihat pada jam tanganku ternyata tepat pukul 18.30 aku tiba disana.

Maka dengan segera aku-pun menuju lobi hotel, sesampainya di Lobi tenyata aku telah disambut oleh seorang wanita yang mengenakan tank top ketat berwarna putih dan rok mini diatas lutut berwarna hitam. Wow… sungguh sexy sekali wanita itu, dan siapakah wanita itu ??? ternyata dia Helen, betapa kagumnya aku melihat keindahan tubuhnya diabalik pakaian serba mini-nya,

“ Wow kamu sexy banget Len malam ini, sampai-sampai aku bengong neglihat kamu, ” ucapku sembari terus memandangi tubuhnya,.

“ Ah kamu nih gombal terus, yaudah yuk kita cabut, kit makan di restoran jepang aja yah Dri, aku pingin makan sushi nih ?, ” ucapnya lalu dia menggandengkan tanganku keluar dari lobi hotel.

“ Oke deh pokoknya aku nurut sama kamu aja eh sexy, hhe…, ” jawabku.

Kemudian kami-pun segera menuju kemobil dan aku segera menancap gas mobilku untuk menuju kerestoran jepang yang ada di pusat kota Bandung. Didalam perjalanan kami-pun banyak mengobrol, kami berbincang mulai dari masalah kuliah sampai membahas hobi dan tipe pasangan yang kami suka. Dalam perbincangan kami tak jarang aku mencuri-curi pandang.

Aku mencuri pandang kerah paha yang putih mulus dan payudaranya yang padat dan berukuran sedang. Ketika aku melihatnya aku fikiranku sungguh sudah tidak karuan, kontolku rasanya berdenyut-denyut. Rasanya kontolku ingin segera aku selipkan pada belahan payudara ataupun belahan memeknya, konak abis rasanya guest, merinding rasanya tubuhku saat itu.

Setelah beberapa saat dalam perjalanan kami-pun sampai di restoran jepang. Karena saat itu kami sama-sama sudah lapar maka kami-pun segera memesan beberapa makanan jepang beserta minumanya. 15 menit kami menunggu pesanan kami, pada akhirnya pesanan dating dan kami menyantapnya. Kami menyantap makanan sembari berbincang-bincang.

Ditengah perbincangan kami semabri makan tiba-tiba saja aku mendapatkan ide untuk berbuat iseng pada Helen. Kami yang saat itu duduk berhadapan namun terhalang oleh meja lesehan khas restoran jepang aku pura-pura menjatuhkan sumpitku. Kemudian setelah terjatuh aku-pun pura-pura mengambilnya dan aku mengintip celana dalam Helen.

Wow… terlihatlha sebuah gundukan ditengah selangkangan Helen. Sunggunh gembul sekali memek helen yang terbungkus oleh celana dalamnya yang mini. Saat mengambil sumpit sengaja aku lama-lamakan agar aku bisa melihat memek Helen yang gembul itu. Seketika itu kontolku saat itu langsung berdiri tegak dan berdenyut-denyut tidak karuan konaknya.

Beberapa saat aku menikmati memek gembul Helen dibalik rok mini-nya itu. Ditengah aku sedang asik-asiknya menikmatinya tiba-tiba saja Helen ikut menunduk dan melihat dibalik meja,

“ Hayouw kamu ngapain, kamu cari sumpit apa lagi cari lubang sumpit, hahaha, ” ucapnya menegurku sembari tersenyum.

“ Eh Helen, kamu ternyata ikut cari sumpit aku yah, hehehe, ” ucapku pura-pura terus mencari sumpit.

“ Kamu tuh Dri bisa aja yah alesanya, kamu tadi ngintipin anu akukan, ngaku aja deh emangnya aku nggk tahu apa, hahaha… dasar otak mesum kamu, wekkkkk…, ” ucapnya dengan tegas dan diiringi dengan tawanya.
“ Iya iya aku ngaku deh, iya aku tadi ngintipin kamu, habis kamu sexy banget sih, apalagi anu kamu itu, hhe…, ” jawabku mengakui perbuatatnku.

“ Kamu tuh Dri dasar iseng, kalau mau sama aku bilang aja nggak usah pakai ngintip-ngintip segala, yaudah buruan kita habisin makannya, nanti aku kasih semua sama kamu dihotel, ” ucapnya sembari mengedipkan mata.

Sungguh aku terkejut sekali dengan perkataan Helen, lalu,

“ Yang… yang… yang bener kamu Len ???, ” ucapku agak gagap karena aku senang bercampur kaget.

“ Iya bawel, udah cepetan kita habisin !!!, ” ucapnya dengan mengedipkan mata lagi.

Dengan sekejap aku-pun segera menghabiskan makananku, dan setelah itu segera aku minta bill kepada waiter lalu aku bayar,

“ Yuk Len kita cabut kehotel, hehe…, ” ucapku tidak sabar.

“ Iya bawel, yok kita cabut, ” ucapnya sembari berdiri lalu bergegas pergi keparkiran bersamaku.

Sesampainya diparkiran lalu aku-pun segera menghidupkan mobilku dan menancap gas mobilku dengan full speed. Setelah beberapa saat kami dalam perjalanan kehotel pada akhirnya kami-pun sampai,

“ Ayok Len buruan, aku udah nggak tahan nih…, ” ucapku membukakan pintu mobil lalu segera menariknya kehotel.

Saat itu kami berdua dengan tergesa-gesa menuju kekamar hotel naik lift. Wusss… 3 menit kami-pun telah sampai didepan kamar hotel,

“ Sini Len kunci kamar kamu, ” ucapku meminta kunci.

“ Ih kamu ni yah bener-bener gede nafsu yah, hahahaha… jangan-jangan adek kamu udah rembes lagi tuh, hahaha, ” ucapnya menggodaku.

Kemudian dengan cepatnya aku membuka pintu kamar dan segera menutupnya kembali. Aku yang sudah gemas dan horny sekali Helen-pun aku gendong dan aku bawa keranjang hotel,

“ Brukkkk…, ”

Saat itu Helen-pun telah berada diatas ranjang dan diaaku tindih dengan tubuhku. Tanpa basa-basi kemudian akupun mencium dan menjilati bagian lehernya,

“ Ouhhh… Ssshhh… Geli Dri, Ouhhh… kamu buas sekali yah… hha… Ssshhhh… Ahhhh…, ” desah Helen diiringi dengan godaanya kepadaku.
Aku benar-benar heran, kog sempat-sempatnya dia bercanda ditengah aku mencumbuinya. Tapi yasudahlah aku tidak perduli. Dengan penuh birahi aku-pun menjilati leher, telinganya secara bertubi-tubi. Tanganku yang sedari tadi diam gini mulai menyelina ditengah selangkangan Helen,

“ Ouhhh… Sssssssshhh… geli sayang… Ouhhhh…, ” desah Helen merasakan gesekan jenariku dari luar celana dalamnya.

Saat itu tidak berkata apapun, aku terus focus kepada memek dan terus menjilati leher helen.
Malam itu aku memang benar-benar sudah terbakar nafsu, kemudian tidak lama setelah itu aku-pun meminta Helen untuk melepaskan pakaianya, sebaliknya saat itu aku juga melucuti semua pakaianku. Wuss… sekilas kamipun telanjang bulat,

“ Len, payudara dan memek kamu benar-benar indah sekali yah, aku semakin tidak tahan saja nih… Ouhhh…, ” ucapku sembari mengocok-ngocok penisku yang sudah tegang maksimal itu.

“ Iya dong, pasti kamu udah nggk sabarkan pingin kulum putting dan masukin kontol kamu ke memek akukan, weeekkk…, ” ucapnya menggodaku lagi sembari menjulurkan lidahnya.

Sungguh cewek itu bener-bener membuat aku semakin gemas dan horny saja malam itu. Lalu tanpa banyak bicara lagi aku-pun segera menindih tubuhnya lagi. Setelah tertidindih aku ciumi bibirnya dan tanganku kembali bermain pada vagina-nya,

“ Eummm… Euhhhhh… Uhhhhhhhhh…, ” desah Helen mulai terdengar lagi.

Aku yang saat itu sudah tidak sabar lagi kemudian mulutku-pun segera beralih pada buah dada ntah dan aku-pun segera meraih kejantanku kemudian aku gesek-gesekan kepada vagina Helen. Saat itu mengkulum putting Helen dan mengesek-gesekan kejantanaku pada bibir vagina Helen,

“ Ouhhh… Sayang, kamu buas sekali sayang terus lakukan itu sayang… Ahhhh…, ” desahnya Helen semakin membuat aku bernafsu saja.

Beberapa saat aku melakukan hal itu memek Helen-pun sudah basah sekali dengan lendir senggamanya, aku yang merasakn itu pada akhirnya aku tidak tahan lagi,

“ Sayang aku masukin yah, kontol aku udah nggak tahan nih, ” ucapku meminta ijin.

“ Sssssssshhh.. i.. iya sayang terserah kamu… Ouhhhh…, ” ucapnya nampak pasrah.

Tanpa basa-basi aku-pun segera membenamkan kejantananku yang sudah tegang dan rembes sedikit,hha…

“ Zleeeebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb… Ouhhhhhhh… memek kamu hangat sekali sayang… Ahhhhh…, ” ucapku sembari merasakan hangtnnya kontol-ku yang telah tenggelam didalam liang surga Helen.

“ Euhhhhhhhhh… Iya sayang, kontol kamu juga nikmat, Ahhhhhhhh…, ” jawabnya.

Saat itu aku-pun segera menghujani memek Helen dengan ganasnya, saat itu seakan-akan aku telah kerasukan roh pemain film porno. Aku menngenjot memek Helen dengan cepat dan kencang sekali. Kutarik keluar kejantanaku hingga batas kepala penis, dan aku tenggelamkan sedalam-dalamnya sampai habis batang kejantanku tertelan oleh Vagina Helen,

“ Sayang kamu nafsu sekali yah… Ouhhh…, ” ucap helen merasakn dahsyatnya genjotan penisku didalam vagina-nya.

“ Iya sayang aku horny sekali sama kamu, Ouhhh…, ” ucapku dengan terus menusuk memek Helen dengan penuh nafsu.

Secara terus menerus aku menyetubyhi Helen dengan penuh nafsu, aku merasa seperti kuda liar yang bertemu dengan kuda betina. Nafsuku benar-benar membakar fikanku. Helen yang menikmati genjotanku itu membuka lebar-lebar paha dan mengangkat kedua kakinya dengan kedua tanganya. Dengan hal itu aku benar-benar leluasa menusuk vaginya dengan kontol-ku.

Tidak terasa sudah 15 menit aku menngenjot memek helen dengan bringasnya. Tiba-tiba saja ditengah genjotanku yang cepat itu kurasakan aku akan mendapatkan klimaksku,

“ Sayang aku mau keluar nih…Ouhhhh…, ” ucapku dengan nafas yang memburu.

“ Aduh payah deh kamu, yaudah keluarin sayang, tapi diluar yah soalnya kamu nggak pakai kondom, Ouhhhh…., ” ucapnya.

Tanpa menjawab aku-pun semakin cepat menggenjot memek Helen dengan liarnya. Aku yang saat itu sudah tidak kuat lagi, maka dengan cepatnya aku-pun segera mengeluarkan penisku dari vagina Helen. Lalu dengan tergesa-gesa aku kocok penisku dan kuarahkan kemulut Helen,

“ Sayang buka mulut kamu sayang, aku mau keluar nih…, ” ucapku dengan terus mengocok penisku.

Tanpa banyak komentar Helen-pun segera membuka mulutnya lebar-lebar dan langsung mengkulum penisku kuat, dan,

“ Ouhhhhhhhhh….. Crotttttttttttttttt… Crottttttttttttttttt… Crotttttttttttttt… Crottttttttttt… Ahhhhhhhh…., ”

Keluarlah spermaku didalam mulut Helen dengan kencangnya derasnya. Pada derasnya kucuran sperma-ku mulut helen mengkulum penisku kuat-kuat,

“ Sayang… Ssssssssshhhh… enak sekali sayang, Ouhhhhhhhhhh… telan habis pejuh aku sayang… Ahhhhh…, ” ucapku sembari menikmati orgasmeku didalam mulut Helen.

Tanpa rasa jijik Helen-pun mengkulum dan menelan semua spermaku. Setelah tertelan semua spermaku dia masih terus mengkulum penisku,

“ Aouww… Euhhhh… geli sayang… Ahhhhh…, ” ucapku merasa geli karena penisku masih terus dikulum oleh Helen.

Beberapa saat Helen-pun mengkulum penisku. Karena saat itu aku sudah tidak kuat aku-pun meminta Helen menghentikan kulumanya,

“ Sayang udah sayang, geli sayang… Ouhhhh…, ” ucapku kegelian.

Helen-pun akhirnya menghentikan kulumanya dan akupun mencabut keluar kejantananku,lalu Helen berkata,

“ Ah kamu payah ah sayang, masak aku belum keluar kamu udah keluar duluan, dasar payah ah, weeeeeeeeekkkkk…., ” ucapnya menggodaku dengan mulutnya yang berlumuran sisa-sisa spermaku.

“ Hha… Iya nih sayang aku payah, yaudah nanti babak kedua aku puasin kamu gantin yah, ” ucapku menjajikan kepuasan pada Helen.

Setelah aku mendapatkan orgasmeku aku-pun kemudian merebahkan tubuhku disamping Helen. Sembari bercanda tawa aku menghela nafas sembari mengumpulkan tenagaku lagi. Helen yang tadi belum mendapatkan orgasmenya, sembari bercanda dia-pun mengelus-ngelus kejantanku sembari kami tiduran. 10 menit kami beristirahat.

Karena rangsangan demi rangsangan terus dilakukan Helen padaku, tidak kusangka penisku-pun bangkit lagi. Melihat kejantanan-ku telah ereksi lagi Helen-pun segera memposisikan tubuhnya diatasku semabri berkata,

“ Sekarang giliran kau yah yang kamu puasin, ” ucapnya sembari meraih keantanku lalu diarahkan pada Vagina-nya.

Sejenak dia gesek-gesekan kejantanku pada memeknya, setelah beberapa detik vagina Helen-pun telah basah lagi, dan,

“ Blessssssssssssssssss….. Ouhhhhhhhhhh…., ” dibenamkanlah kejantananku pada vagina-nya dengan posisi sexwomen on top.

Tanpa banyak bicara Helen-pun bergoyang diatas tubuhku dengan liarnya,

“ Uhhhh… Ahhhh…. Ssssshhhh… Ahhhh…., ” desah Helen sembari terus bergoyang diatasku.

Kejantanku yang masih belum begitu pulih, saat itu terasa geli sekali karena gesekan memeknya yang super dahsyat itu. Tak jararng aku merasa geli-geli nyeri karena Helen tanpa ampun mengoyang penisku denganliarnya. Helen benar-benar lihay ketika menunggangiku,dia bergoyang, maju-mundur, dan berputar seperti sedang mengebor.

Helen benar-benar liar sekali malam itu, mungkin saja dia seperti karena pada ronde pertama dia tidak mendapatkan orgasmenya. Dia benar-benar kuat sekali, tidak terasa dia sudah bergoyang diatasku selama 20 menit. Tiba-tiba ditengah goyanganya vagina Helen terasa menjepit kuat kejantananku. Tidak lama setelah itu dia menghentikan goyangannya dan tubuhnya mengejang,

“ Ahhhhhhhhhhhhh… Syurrrrrrrrrrrrrrrr…. Syurrrrrrrrrrrrrrrr…. Ssssshhh… Aku keluar sayang… Ouhhhh…, ”

Ternyata megejangnya tubuh Helen dia telah medapatkan orgasmenya. Kejantanku saat itu benar-benar terasa seperti tersiram air hangat didalam liang senggama-nya,

“ Sayang hangat sekali memek kamu… Ouhhhhh…., ” ucapku merasakan nikmatnya siraman lendir kawin Helen.

Setelah dia Orgasme nampaknya diapun merasa agak lemas. Melihat hal itu akupun segera merebahkan tubuhnya dan kini aku kembali berada diatasnya. Kuangkat kedua kaki Helen keatas pundaku kemudian aku masukan lagi penisku dalam-dalam,

“ Blessssssssssssssssss…, ”

Setelah kejantananku masuk lagi, kemdian aku segera menggenjot memeknya lagi.
Seperti sebelumnya aku yang memang suka ML dengan agak kasar, aku-pun menggenjot vagina Helen dengan cepatnya. Tubuh Helen sering sekali bergetar dan merinding ketika aku genjot memeknya. Sekitar 10 menit aku menggenjot dengan penuh birahi.

Tidak terasa kejantanan-kupun mulai berdenyut lagi, itu pertanda aku akan mendapatkan klimaks untuk yang kedua kalinya. Kemudian aku-pun menggenjot dengan cepat dan semakin cepat saja. Karena aku merasa akan orgasme, dengan buru-buru aku-pun mengeluarkan penisku dan memposisikan penisku ditengah belahan paudara Helen,

“ Sayang kocok penis aku pakai payudara kamu yah !!!, ”

Dengan segera aku-pun meletakan penisku ditengah buah dada Helen. Tanpa diperintah lagi Helen-punb segera menjepit penisku dengan buah dada-nya sembari aku memaju mundurkan penisku. Sekitar 20 detik penisku terhimpit oleh payudara Helen, dan,

“ Crotttttttttttt… Crottttt… Crotttt… Ouhhhhh…. Enak sayang…, ”

Akhirnya aku mendapatkan orgasmeku untuk yang kedua kalinya. Benar-benar terasa lemas sekali rasanya saat itu setelah aku mendapatkan orgasmeku. Setelah kami sama-sama sudah mendaptkan orgasme, kami-pun terkapar diatas ranjang secara berdampingan. Masih dengan posisi telanjang kami berdua merasakan sisa-sisa orgasme kami sembari berbincang,

“ Sekarang udah puaskan kamu sayang ?? rasanya aku lemas sekali sayang, huhhh…, ” ucapku pada Helen.

“ Hehehe, lumayanlah tapi kayaknya aku masih pingin Mllagi deh sayang, ” jawabnya.

Ternyata Helen hypersex, sudah 2 kali aku ML denganya tapi dia belum puas saja. Pada malam itu kami melakukan hubungan sex sampai 4 kali. Hubungan sex yang ketiga kami lakukan dikamar mandi, dan yang terkahir kami lakukan di sofa yang ada dikamar hotel. Benar-benar lemas aku dibuatnya. Lututku saat itu rasanya mau lepas,hahaha.

Setelah 4 kali kami bersetubuh hingga jam menunjukan pukul 2 pagi, pada akhirnya kamipun saat itu terkapar lemas dengan penuh kepuasan. Kami tertidur lelap setelah hubungansex itu. Setelah kurang lebih 4 hari Helen di Bandung dia-pun kembali kejakarta. Hari-hari kami selalu dipenuhi dengan hubungan sex di hotel dia menginap.

Semenjak kedatanganya di Bandung saat itu, akhirnya kami-pun menjadi sepasang kekasih yang penuh dengan hubungan sex. Hampir sebulan sekali aku dating kejakarta untuk menemui Helen sekaligus untuk menyalurkan nafsu sexsku. Dan jika aku tidak bisa kejakarta tak jarang Helen datang ke Bandung untuk menemuiku walaupun hanya pada weekend saja ketika dia libur kuliah.

Dan perlu diketahui oleh para pembaca hubungan kami-pun terus berlanjut sampai sekarang ketika aku menulis cerita sex nyata dari pengalaman pribadiku ini. Itulah cerita sex yang bisa aku tuliskan, jika ada kata-kata yang kurang menarik mohon dimaklumi. Sekian dan terima kasih semoga cerita sex saya bisa menambah pengalaman sex para pembaca. TamaT.