Linda SiJanda Hot

Linda SiJanda Hot – siang itu tepatnya hari senin dimana teriknya matahari menyinari bumi semesta ini,waktu menunjukan pukul 12.00 dimana aku telah membuat janji dengan salah satu clientku akan bertemu dikantor sekitar pukul 14.00 dari pada aku pikir ke kantorlangsung dan hanya duduk bengong lebih baik aku pergi ke kantor istriku yang posisinya tidak jauh dari kantorku.

saat aku tiba dikantor yang ada hanya sekertaris pribadinya yaitu linda.
“lin..pada kemana semua?sudah pada istirahat?” tanyaku kepada linda
“semua pada keluar mas…”jawab linda
“tumben kemari mas???”tanya linda dengan nada lembut
“iya….kebetulan nanti ingin bertemu dengan client” jawabku sambil berjalan memasuki ruang kantor
“ibu dan yang lainnya pada keluar kemana?” tanyaku kembali pada linda
“mm…yeni ke customers sama pak Dirmo, lia dan Tejo sedang anterin barang dan kata Yeni nanti ada meeting juga dengan customer lagi dikantor yeni disuruh beiin makan siang,tunggu saja dulu mas diruangan Yeni….”sambil berjalan didepan aku terlihat bokongnya yang begitu padat bergoyang seirama dengan langkah kakinya.

Aku masuk ke ruangan Yeni, aku duduk dikursi direktur yang empuk

Dalam hati aku mengutuk habis-habisan, atas kesialanku hari ini malah sampe disini, ketemu ama lindah oh Linda sebenarnya adalah sahabat yeni waktu kuliah, janda beranak 2 ini diajak kerja oleh istriku setelah setahun menjanda.

Orangnya cantik, ramah cuma sebagai lelaki aku kurang menyukai karakternya terutama dandanannya yang selalu tampak menor, dengan tubuhnya yang montok tetenya gede sebanding dengan pantatnya yg juga gede.

Pokoknya bukan type wanita yg kusukai dan menurutku kulitnya terlalu putih jadi tampak kaya orang sakit-sakitan walaupun kata Yeni.

Linda orangnya sangat cekatan dan sangat doyan kerja alias rajin Kubuka laptopku dan kunyalakan kucari-cari file yang kira-kira bisa menemaniku disini daripada aku hrs ngobrol sama Linda, yang menurutku bukan temen ngobrol yang asyik wow di kantong tas laptopku terselip sebuah CD wiih DVD bokep milik temanku yang bernama hardi ketinggalan disini lumayan juga buat ngabisin waktuku nungguin Yeni.

Mmmm Asia Carera lumayan bikin ngaceng juga setelah kira-kira setengah jam melihat aksi seks Asia Carera melawan aksi kasar Rocco Si fredi

“Ooo.. ooo.. mas nonton apa tuuuh sorry mas Hardi mau minum apa..? panas, dingin hi..hi.. pasti sekarang lagi panas dingin kan..?”suara Linda bagaikan suara petir disiang bolong dengan nada menggodaku

“Ah kamu bikin kaget aja ngg dingin boleh deh mm ga ngrepotin neeh..?”sahutku sambil memperbaiki posisiku yang ternyata dari arah pintu, layar laptopku keliatan banget sial lagiiii. aahh masa bodo laahh toh Linda bukan anak kecil.. Linda masuk ruangan lagi sambil membawa 2 gelas es jeruk..

“Mas Hardi boleh dong Linda ikutan nonton mumpung lagi istirahat kayanya tadi ada Rocco sifredi yak..?”kata linda sambil cengar cengir bandel dengan laga bandelnya..

“ha kamu tau Rocco Sifredi juga..?”tanyaku spontan agak kaget juga, ternyata wanita yang tiba-tiba kini jadi tampak menggairahkan sekali di mataku, tau nama bintang film top bokep Rocco Sifredi

“Woo bintang kesayangan Linda tuuuh..”sahut Linda yang berdiri di belakang kursiku

“Kamu sering nonton bokep..?”tanyaku agak heran sebab Linda setelah menjanda tinggal dg orang tuanya dan rumahnya setahuku ditinggali banyak orang

“Iya tapi dulu waktu masih sama “begajul”itu..”sahut Linda enteng dan membuatku ketawa geli mendengar linda menyebut mantan suaminya yang kabur sama wanita lain Suasana hening tapi tak dapat dielakkan dan disembunyikan nafas kami berdua sdh tak beraturan.

Bahkan beberapa kali kudengar Linda menghela nafas panjang ciri khas wanita yang hendak mengendorkan syaraf birahinya yang kelewat tegang dan beberapa kali kudengar desisan lembut.

Seperti luapan ekspresi yang kuartikan Linda sudah larut dalam aksi para bintang bokep di layar monitor Sementara keadaanku tak jauh beda.. celanaku terasa menyempit desakan batang kemaluanku di selangkangan yang mengeras sejak setengah jam yang lalu, mulai menyiksaku dalam kondisi seperti ini biasanya, aku melakukan onani di tempat.

Tapi kali ini masak onani di depan Linda..? ampuuuunn siaal lagiii..!

“Kamu suka Rocco Sifredi..? memang suka apanya..?”tanyaku memulai komunikasi dengan Linda yang desah napasnya makin memburu tak beraturan dan sesekali kudengar remasan tangannya seolah gemas pada busa sandaran kursi yang kududuki

“Mmm hhh.. apanya yak..? iih mas Hardi nanyanya sok ga tau..”sahut Linda sambil mencubit pundakku entah siapa yang menuntun tanganku untuk menangkap tangan Linda yang sedang mencubit mmm Linda membiarkan tanganku menangkap tangannya

“Kamu ga cape, berdiri terus duduk sini deh..?”kataku sambil tetap menggenggam tangan Linda, kugeser pantatku memberi tempat untuknya, tapi ternyata kursi itu terlalu kecil untuk duduk berdua, apalagi untuk ukuran pantat Linda yang memang gede

“Pantat Linda kegedean sih mas”kata linda sambil matanya melempar kerling aneh, yang membuat darahku berdesir hebat, akhirnya Linda menjatuhkan pantatnya di sandaran tangan.. oooww aku dihadapkan pada paha mulus yang bertumpangan muncul dari belahan samping rok mininya dan entah sejak kapan kulit putih ini menjadi begitu menggairahkan dimataku..?

Kembali perhatian kami tercurah pada aksi seks dilayar laptop sesekali remasan gemas tangan lembutnya pada telapak tanganku terasa hangat dimana tangan kami masih saling menggenggam dan menumpang diatas paha mulus Lindaf

“Iiih Gila linda sudah lama enggak nonton yang begini..”kata Linda mendesah pelan seolah bicara sendiri.. menggambarkan kegelisahan dan kegalauan jiwanya

“kalo ngerasain..?”tanyaku menyahut desahannya tadi

“Apalagi”jawabnya pendek serta lirih sambil matanya menatapku dengan tatapan jalang yang bisa kuartikan sebagai tantangan, undangan atau sebuah kepasrahan, lembut tangannya dan diikuti tubuh montoknya kini pantat montok Linda mendarat empuk di pangkuanku sedangkan tanganku melingkar di pinggangnya yang ternyata cukup ramping tak berlemak Iblis dan setan neraka bersorak sorai mengiringi pertemuan bibir kami.

Kemudian saling mengulum dan tak lama lidah kami saling belit di rongga mulut mmm tangan linda melingkar erat di leherku dengan gemetaran kulayani serangan panas janda cantik berumur 32 tahun ini seolah ingin memuaskan dahaga dan rindu dendamnya lewat aksi ciuman panasnya

Tanganku memang dari dulu trampil memainkan peran jika dihadapkan dengan tubuh wanita menelusup ke balik blazer hitam yang dikenakan Linda dan terus menelusup sampai menyentuh kulit tubuhnya sentuhan pertamaku pada kulit tubuhnya membuat linda menggeliat resah dan menggerang gemas rangkulan tangannya semakin erat di leherku.

Sementara ciuman bibirnya juga semakin menggila mengecupi dan mengulumi bibirku tanganku mulai merambah bukit dadanya yang memang luar biasa montok, yang jelas diatas cup B sebab buah dada Yeni istriku yang ber bra 36B jauh tak semontok buah dada Linda Tiba-tiba Linda meronta keras, saat tanganku meremas lembut buah dadanya yang mengeras akibat terangsang birahi tinggi.

“Ooohh mas Hardi suudaah mas hhh.. hhh jangan mas, Linda ga mau menyakiti Yenihh ooohh..”kalimat diantara desah nafas birahi ini tak kuhiraukan dan rontaan kerasnya tak berarti banyak buatku tanganku yang melingkar di pinggangnya tak mudah utk dilepaskannya

“Ada apa dengan Yeni..? ga akan ada yang merasa disakiti atau menyakiti selama ini jadi rahasia ayo sayang waktu kita tak banyak nikmatilah apa yang kamu ingin nikmati”bisikku lembut di sela-sela aksi bibir dan lidahku di leher jenjang berkulit bersih milik janda cantik bertubuh montok ini

“Ampuuun mas, oooww Linda ga tahaaan hh..hh ssshhh”rengek Linda memelas yang tak mampu membendung gelegak birahi yang mendobrak hebat pertahanannya Blazer hitam yang dikenakan Linda sudah teronggok dibawah kursi putar yang kami gunakan sebagai ajang pergulatan dibalik blazer hitam

Tubuh montok berkulit putih mulus itu hanya mengenakan penutup model kemben berbahan kaos, sehingga dari dada bagian atas sampai leher terbuka nyata bergetar syahwatku menyaksikan pemandangan ini buah dadanya yang montok dengan kulit putih bersih. mulus sekali sehingga urat-urat halus berwarna kebiruan tampak dipermukaan.

Buah dada montok yang sedang meregang nafsu birahi itu tampak mengeras, memperlihatkan lembah yang dalam di tengahnya tampak bergerak turun naik seirama dengan nafas birahinya yang mendengus-dengus tak beraturan iihh menggemaskan sekali.. woow.. bukan main..! begitu tabir berbahan kaos warna orange itu kupelorotkan ke bawah.. muncullah keindahan yang menakjubkan dari sepasang bukit payudara yang asli montok dan sangat mengkal, hanya tertutup bra mini tanpa tali, sewarna dengan kulit mulusnya.

“Oooohh.. maaasss..?”desahnya lirih ketika tabir terakhir penutup payudaranya meninggalkan tempatnya dan secara refleks Linda menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, tapi dimataku.

Adegan itu sangat sensual.. apalagi dengan ekspresi wajahnya yang cantik sebagian tertutup rambutnya yang agak acak-acakan matanya yang bereye shadow gelap menatapku dengan makna yang sulit ditebak.

“Mas.. janggaaan teruskan Linda takuut Yeni datanghhh hhh “bisiknya dengan suara tanpa ekspresi tapi aku sdh tak mampu mempertimbangkan segala resiko yg kemungkinan muncul lembah payudara Linda yang dalam itulah yang kini menggodaku maka kubenamkan wajahku ke dalamnya lidahku terjulur melecuti permukaan kulit halus beraroma parfum mahal kontan tubuh bahenol di pangkuanku itu menggelepar liar, spt ikan kehilangan air, ditambah amukan janggut dan kumisku yang sdh 2 hari tak tersentuh pisau cukur.

“Ampuuuunnn maaass. iiiihhh gellliii aaahh mmmssssshhh.. ooohh”rengek dan rintihannya mengiringi geliat tubuh indah itu wooow jemari lentiknya mulai mencari-cari. dan menemukannya di selangkanganku bonggolan besar yang menggembungkan celanaku diremas-remas dengan gemas sementara aku sedang mengulum dan memainkan lidahku di puting susunya yang sudah menonjol keras berwarna coklat hangus tanganku menggerayang masuk kedalam rok mininya yg semakin terangkat naik kudapatkan selangkangan yang tertutup celana dalam putih dan kurasakan pada bagian tertentu sudah basah kuyub.

Linda tak menolak ketika celana dalam itu kulolosi dan kulempar entah jatuh dimana Linda mengerang keras dengan mata membelalak, manakala jariku membelah bibir vaginanya yang sudah sangat basah sampai ke rambut kemaluannya yang rimbun bibir cantik yang sudah kehilangan warna lipsticknya itu gemetaran layaknya orang kedinginan terdengar derit retsluiting.

Ternyata jemari lentik Linda membuka celanaku dan menelusup masuk kedalam celana kerjaku kulihat matanya berbinar dan mulutnya mendesis seolah gemas, ketika tangannya berhasil menggenggam batang kemaluanku sesaat kemudian batang kemaluanku sudah mengacung-acung galak di sela bukaan retsluiting celanaku dalam genggaman tangan berjari lentik milik Linda makin lebar saja mata Linda yang menatap jalang ke batang kemaluanku yang sedang dikocok-kocoknya lembut

Aaaah mass Hardi mana mungkin Linda sanggup menolak yang seperti ini hhhh. ssss.sssshhh lakukan mas.. oohhh toloong bikin Linda lupa segalanya mas Linda ga tahhaan”kalimatnya mendesis bernada penuh kepasrahan, namun matanya menatapku penuh tantangan dan ajakan.

Kurebahkan tubuh montok Linda di meja kerja Yeni yang lebar setelah kusisihkan beberapa kertas file dan gelas minum yang tadi ditaruh Linda diatas meja itu. sementara laptopku masih terbuka dan adegan seks dilayar monitornya.

Sementara jari tengahku tak berhenti keluar masuk di liang sanggama Linda yang sangat becek mungkin benar kata orang, cewek yang berkulit putih cenderung lebih basah liang sanggamanya seperti halnya Linda, cairan liang sanggamanya yang licin kurasakan sangatlah banyak sampai ada tetesan yang jatuh di atas meja.

Linda sudah mengangkangkan kakinya lebar-lebar menyambut tubuhku yang masuk diantara kangkangan pahanya, aku berdiri menghadap pinggiran meja, dimana selangkangan Linda tergelar tubuh Linda kembali menggeliat erotis disertai erangan seraknya ketika palkonku mengoles-oles belahan vaginanya.

Sesekali kugesek-gesekan ke clitorisnya yang membengkak keras sebesar kacang tanah yang kecil.. bukit vaginanya yang diselimuti rimbunnya rambut kemaluan yang tercukur rapi.